5 Kesalahan Umum Saat Cetak Tali Lanyard & Cara Menghindarinya

5 Kesalahan Umum Saat Cetak Tali Lanyard & Cara Menghindarinya

Hindari Kerugian! Ini 5 Kesalahan Umum Saat Cetak Tali Lanyard dan Solusinya

Pengadaan tali gantungan ID card tampak seperti tugas yang sederhana. Namun, dalam praktiknya, banyak divisi procurement maupun penyelenggara acara (event organizer) terjebak dalam kesalahan teknis.

Akibatnya? Hasil cetak tidak sesuai harapan, warna pudar, hingga anggaran perusahaan terbuang percuma. Untuk memastikan hasil produksi tampil sempurna, simak 5 kesalahan umum saat cetak tali lanyard beserta cara tepat untuk menghindarinya.

1. Menggunakan File Desain Resolusi Rendah

Salah satu penyebab utama hasil cetak gambar pecah atau kabur adalah penggunaan file gambar berspesifikasi rendah (seperti hasil screenshot).

  • Dampaknya: Logo dan teks kecil pada lanyard terlihat buram serta tidak profesional.

  • Cara Menghindarinya: Selalu kirimkan file desain format vektor (.ai, .eps, .cdr, atau .pdf) dengan resolusi minimal 300 DPI.

2. Salah Memilih Bahan Tali

Banyak pemesan hanya tergiur harga murah tanpa memperhatikan jenis material yang digunakan.

  • Dampaknya: Bahan yang kasar dapat menyebabkan kulit leher gatal, iritasi, dan tidak nyaman dipakai kerja selama 8 jam.

  • Cara Menghindarinya: Pilih bahan kain tisu (premium tissue) yang halus dan lembut di kulit untuk penggunaan harian, atau kain poliester standar untuk acara jangka pendek.

3. Mengabaikan Ruang Aman (Safe Zone) Desain

Bidang cetak lanyard memiliki keterbatasan lebar (umumnya 1.5 cm hingga 2.5 cm) dan dipotong serta dijahit di bagian ujungnya.

  • Dampaknya: Teks atau logo terpotong oleh jahitan atau terlipat pada lipatan pengait besi.

  • Cara Menghindarinya: Pastikan elemen penting berada di tengah bidang cetak dan sediakan margin aman minimal 2–3 cm dari area lipatan/jahitan bawah.

4. Tidak Menyesuaikan Metode Cetak dengan Desain

Sistem cetak sablon manual dan digital printing sublimasi memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

  • Dampaknya: Desain dengan gradasi warna kompleks akan terlihat berantakan jika dipaksa menggunakan metode sablon manual.

  • Cara Menghindarinya:

    • Gunakan Sablon Manual untuk logo simpel 1–2 warna solid.

    • Gunakan Digital Printing Sublimasi untuk logo kaya warna, bergradasi, atau detail yang sangat kecil.

5. Memesan Lanyard dan ID Card di Vendor Terpisah

Memesan tali di Percetakan A dan kartu PVC di Percetakan B sering kali memicu ketidakserasian teknis saat dirangkai.

  • Dampaknya: Ukuran pengait tali tidak muat di lubang kartu, atau warna tema antara tali dan kartu tidak senada.

  • Cara Menghindarinya: Percayakan pengadaan pada vendor satu atap seperti UCard. Langkah ini menjamin kepastian presisi ukuran pengait dan keselarasan warna produk sejak awal produksi.

Maksimalkan Branding Perusahaan Anda Hari Ini!

📞 Hubungi tim UCard Indonesia sekarang via WhatsApp: 0821-1839-4404
🌐 Atau kunjungi: kartuidcard.com untuk informasi lebih lengkap.

Ikuti saluran UCard Indonesia di WhatsApp :
https://whatsapp.com/channel/0029VaJbQSiDzgTCpkRtzF29

(mra/uc)