JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan merchant pengguna Quick Response Indonesia Standard (QRIS) meningkat secara signifikan sepanjang 2020.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan merchant pengguna QRIS pada tahun lalu berhasil mencapai 5,8 juta pengguna, didominasi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Tahun lalu kita sudah sambungkan 5,8 juta merchant secara nasional, hampir semuanya UMKM,” katanya dalam acara Peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Senin (11/1/2021).

Pada 2021, BI menargetkan merchant pengguna QRIS tersebut dapat meningkat dua kali lipat, sehingga mencapai angka 12 juta pengguna.

Dalam hal ini, Perry mengajak perbankan Tanah air untuk bersinergi dalam mendorong implementasi QRIS, utamanya pada UMKM.

“Para perbankan mari kita tingkatkan 2 kali lipat jadi 12 juta sehingga merchant, sebagian besar UMKM, tersambung secara nasional menjadi merchant digital banking, teknologi finansial (tekfin), dan memudahkan transkasi pembayaran,” ujarnya.

Perry mengharapkan dengan digitalisasi yang semakin cepat, UMKM akan menjadi sangat terbantu. Tidak hanya dari sisi sitem pembayaran, UMKM diyakini juga akan naik kelas, bahkan dapat menjadi daya dukung perekonomian nasional.?

“Saya yakin dengan digitalisasi, maka UMKM akan naik kelas, go digital, go ekspor, dan jadi daya dukung ekonomi kita,” tuturnya.

(DO)